Pengunjung hari ini : 34   Total pengunjung : 89011
 
 
 
MELESTARIKAN BUDAYA TAK BENDA (BATIK)
Melestarikan Warisan Budaya Tak Benda merupakan salah satu upaya bagi bangsa Indonesia khususnya  bagi para generasi penerus agar kekayaan budaya yang kita miliki tidak akan punah. Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan yang sudah patut untuk kita lestarikan. Salah satu budaya tak benda adalah Batik. Seperti yang kita tahu bahwa pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO salah satu badan PBB yang menangani bagian pendidikan dan kebudayaan telah mengukuhkan bahwa Batik Adalah Warisan Budaya Dunia Tak Benda yang Berasal Asli dari Indonesia. Mengapa batik disebut warisan budaya dunia tak benda? karena dalam hal ini yang diwariskan bukanlah benda batiknya, akan tetapi ilmunya maka dari itu batik disebut sebagai warisan budaya dunia tak benda. Sebelumnya badan UNESCO telah mengadakan penelitian tentang asal usul batik. Pertama, mereka bertanya pada pembatik yang berada di Malaysia. Sudah berapa lama membatik, beliau menjawab sudah 9 tahun. Kedua, UNESCO memberikan pertanyaan yang sama pada pembatik Jawa dan beliau menjawab baru 3 tahun. Lalu ditanya lagi, belajar membatik di mana? beliau menjawab dari ibunya, ibunya di tanya lagi dan menjawab dari ibu saya, terus hingga sampai ke eyang buyut beliau. sedangkan pembatik yang ada di Malaysia menjawab beliau belajar dari orang Jawa yang termasuk wilayah Indonesia. Dengan begitu, batik merupakan asli dari Indonesia.

Para generasi penerus harus merasa bangga dan tentunya memegang andil untuk pelestarian warisan budaya tak benda agar tidak di klaim oleh negara lain. Di Sanggar Batik Katura telah berjalan upaya pelestarian batik tersebut. Sudah banyak anak-anak mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi yang turut serta melestarikan batik. Mereka tidak hanya mencoba untuk membatik, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang batik agar mereka tidak salah mengartikan batik yang sebenarnya. “Saya ingin generasi penerus tidak hanya tahu dan cinta terhadap batik, tetapi saya ingin mereka memahami dan mengerti serta memiliki batik yang sebenarnya. jadi Cintailah Batik dengan Memakainya.” Ujar Bapak Katura, Sang Pakar Batik. Kegiatan yang ada di Sanggar Batik Katura adalah salah satu bentuk untuk melestarikan warisan budaya tak benda agar tidak punah sehingga anak cucu kita dapat melihat betapa kaya budaya Indonesia.
Kata Kunci Artikel:
melestarikan kebudayaan indonesia, melestarikan budaya indonesia, upaya pemerintah melestarikan budaya indonesia, cara melestarikan budaya indonesia, artikel pelestarian kebudayaan indonesia, melestarikan kebudayaan di indonesia, kegiatan upaya pemeritah dalam melestarikan budaya indonesia, pelestarian budaya warisan, upaya pemerintah melestarikan budaya di indonesia, contoh pelestarian kebudayaan indonesia, artikel melestarikan kebudayaan, upaya pelestarian batik indonesia, upaya pelestarian batik, pelestarian batik, artikel upaya pelestarian batik, cara melestarikan budaya, badan pbb yang menangani kebudayaan, cara melestarikan kebudayaan indonesia terancam punah, pelestarian batik daerah, Artikel pelestarian daerah, alasan batik unesco, generasi batik indonesia, melestarikan, melestarikan budaya batik, artikel mengenai melestarikan budaya, kebudayaan batik, artikel melestarikan batik, makalah tentang pembatik, makalah tentang upaya upaya melestarikan budaya, pelestarian batik oleh UNESCO
 
CSB FASHION WEEK 2014

Untuk fashionista Kota Cirebon!

20 – 26 Oktober 2014

Cirebon, 16 Oktober 2014 – Setelah sukses menggelar CSB Fashion Week tahun lalu, di 2014 ini CSB Mall kembali menggelar CSB Fashion Week untuk fashionista Kota Cirebon di atrium Ground Floor CSB Mall, 20 – 26 Oktober 2014.

CSB Fashion Week tahun ini akan menghadirkan tren mode casual dari para tenant CSB Mall yang berpartisipasi yaitu Matahari Department Store, J-Rep, Minimal, X 8, Nobby Fashion, Shoeline, Andre Valentino, Gosh, Bellagio, The Face Shop, The Executive, Et Cetera, 3 Second dan masih banyak lagi.

“Tidak hanya tenant CSB Mall saja yang turut ambil bagian, tetapi juga vendor dan desainer Kota Cirebon pun turut memeriahkan fashion week ini seperti AR-Q by Arief Rachmanto, Sierra Photography & Make Up Studio, En’s Jewelry, Batik Trusmi, Laura Salon & Bridal, Orient Party Gown & Bridal, Clea Salon & Bridal dan AQB, “ujar Linda Riana, Marketing Communications Manager.

Untuk lebih memeriahkan acara ini, CSB Mall pun mengadakan beberapa lomba yang mengajak Ibu dan Anak untuk turut berpartisipasi. “Lomba mewarnai desain & lomba fashion show untuk anak-anak akan di adakan pada hari Sabtu, 25 Oktober 2014, sedangkan lomba fashion show untuk pada Ibu akan berlangsung di hari Minggu, 26 Oktober 2014. Fashion show dan lomba-lomba tersebut nantinya akan dikelola oleh Nayyara Wedding “sambung Harry Tovan, Event & Promotion CSB Mall.

“Diharapkan dengan adanya fashion week ini, bisa menambah informasi tentang fashion kepada para pengunjung CSB Mall. Setelah melihat fashion show, kita bisa lebih mendapatkan gambaran padu padan pakaian yang bisa digunakan untuk hang out sehari-hari, ” pungkas Linda.
MELESTARIKAN BUDAYA TAK BENDA (BATIK)
Melestarikan Warisan Budaya Tak Benda merupakan salah satu upaya bagi bangsa Indonesia khususnya  bagi para generasi penerus agar kekayaan budaya yang kita miliki tidak akan punah. Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan yang sudah patut untuk kita lestarikan. Salah satu budaya ...... More 
089011
 
Hak Cipta © 2012 All Right Reserved CSB Mall Cirebon. Support by Argoonline